Tuesday, November 8, 2016

Berislam Secara TOTAL


 “ Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu .“  (Al-Baqarah, 2: 208)

       Ayat ini merupakan kewajiban bagi seorang Muslim harus dan tetap terus berpproses untuk memasuki tangga kewajiban totalitas. Tunduk kepada Allah Swt., tanpa syarat. Ayat tersebut Juga mengingatkan kita tentang syahadat dan maknanya. Syahadat yang bermakna : membenarkan didalam hati, mengucapkannya dengan lisan dan beramal dengan amal perbuatan.

      Syahadat yag minimal kita baca sembilan kali dalam sholat-sholat fardu kita sehari semalam. Syahadat juga merupakan gerbang pertama menuju penghambaan diri kepada Allah secara keseluruhan, tanpa ada kata nanti, besok, ataupun tidak sempat. 

       Seorang yang telah bersyahadat hendaknya harus siap dengan konsekuensi menjadikan Allah sebagai Tujuan. Tidak ada sesuatu apapun yang lebih ditakuti, disembah, di ingat lebih banyak, di taati dan semacamnya kecuali hanya Allah semata. Serta, senantiasa menjadikan Muhammad SAWsebagai panutan yang maksum, Qudwah, dan standar kekuatan untuk beriman Kepada Allah dan hari Akhir.

       Makna Ayat  

     Secara Fitrah, orang yang beriman kepada Allah hendaknya selalu berproses untuk selalu lebih baik dari hari-hari yang dilaluinya. Menjadi baik secara dzohir ataupun bathin. Jika sebelumnya mutu ibadahnya masih banyak kekurangan, maka hari berikutnya harus ditambal kekurangannya. Dan inilah sifat dari seorang Muslim, terus dan terus berproses dalam kebaikan-kebaikan yang Allah perintahkan. Tidak stagnan, ketika telah selesai dengan satu perintah Allah satunya maka hendaknya segera berpindah, tidak lekas berpuas diri, totalitas dan tidak setengah-setengah begitu seterusnya.

      Al-Imam Nashiruddin Abi Sa'id Abdullah Bin Umar Al-Baidhowi didalam Tafsir beliau mengatakan :  bahwa masuk kedalam Islam secara keseluruhan adalah menaati Allah ta'ala dzohir dan bathin. Kebaikan dari apa yang dilakukan oleh orang-orang munafiq yang dzohirnya beriman tetapi hatinya tidak. Masuk kedalam Islam secara keseluruhan juga berarti tidak setengah-setengahdan tidak mencampur adukkan dengan sesuatu apapun, sedikit ataupun banyak. Beriman kepada Allah, para Nabinyan dan Kitab-kitabnya.Siap menjadikan Islam standar dari cabang-cabang atas segala sesuatu secara hukum keseluruhan. (Anwaarul tanzil wa asroorut ta'wiil.Tafsir al-baidhowi, halaman 114 Daar Kutub al-'ilmiyyah,2011).

     Seorang Muslim hendaknyanmemahami dan berkeyakinan bahwa Islam merupakan agama yang sempurna. Islam yang merupakan agama yang sempurna. Islam yang merupakan ruh dan hukum-hukum dari Allah ta'ala, agama para Nabi-Nabi terdahulu, jalan yang lurus dan keselamatan dunia akhirat.

     Dr. Fathi Yakan, pernah berpesan kepada kita bahwa seyogyanya orang yang beriman hendaknya menjadikan Islam sebagai standar kekuatan dan perjuangan. Karena Islam merupakan agama yang sempurna, Agama yang Allah Ridhai, daAgama yang Fitrah bagi segenap manusia. Wallahu a'lam.


Sumber :

Ahmad Amrin Nafis, Mimbar Taqwa, edisi jum'at 15 shafar 1437 H / 27 November 2015 

No comments:

Popular Posts